Viral Video Kekerasan di Sekolah: Sorotan Kembali pada Sistem Pendidikan dan Peran Guru di Era Digital
Dunia pendidikan Indonesia kembali tercoreng. Sebuah video berdurasi pendek yang menunjukkan aksi [Jenis Kekerasan, mis: perundungan/perpeloncoan] yang dilakukan oleh [Pelaku, mis: senior terhadap junior/guru terhadap siswa] di [Lokasi, mis: sebuah sekolah di Jawa Barat] menyebar luas di platform seperti TikTok dan Twitter. Video yang penuh aksi kekerasan dan kata-kata kasar itu memicu kemarahan warganet.
Dalam video tersebut, terlihat jelas ketimpangan kuasa dan trauma yang mungkin dialami korban. Pakar psikologi anak menegaskan bahwa kejadian seperti ini meninggalkan luka psikologis yang dalam dan dapat mempengaruhi masa depan anak. Laporan telah dibuat kepada pihak kepolisian dan sekolah setempat untuk dilakukan penyelidikan.
KPAI menyatakan prihatin dan mendesak agar UU Perlindungan Anak ditegakkan secara maksimal. Sementara itu, Kementerian Pendidikan mengeluarkan surat edaran untuk memperkuat program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan memastikan sekolah menjadi zona bebas kekerasan.
Viralnya video ini seharusnya menjadi momentum introspeksi bagi semua pihak. Diperlukan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter siswa.




